,

Bullying: Hantu Tak Kelihatan

Posted by

Pendadaran calon anggota THS-THM Distrik Bogor diselenggarakan pada tanggal 19 – 21 Desember 2025, bertempat di Wisma Wiyata Muda (WWM) yang merupakan “rumah” bagi orang muda di Keuskupan Bogor. Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi dimana tema pokoknya dalah mengenal mengenai bullying.

Bullying merupakan tindakan tidak menyenangkan yang dapat merusak pribadi seseorang sehingga dapat berakibat fatal berupa kematian (bunuh diri). Tema tentang bullying di sekolah ini dibawakan dengan baik oleh Ibu Marsha Indahsaputri yaitu seorang dosen dan psikolog dari Universitas Bina Nusantara.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa bullying itu sangat merusak jati diri seseorang sehingga harus dikendalikan. Latihan beladiri pencak silat membantu seseorang untuk berani melawan dan tidak tinggal diam apabila ada teman di sekolah yang mengalami hal tersebut.

Perbedaan kekuasaan, misalnya mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan bullying sehingga korban umumnya tidak berani menyampaikan bullying yang dialaminya.

Bullying dapat bersifat fisik, mental dan sosial di mana “luka” mental lebih sukar disembuhkan sehingga bully disebut juga sebagai hantu yang tidak kelihatan.

Tindakan bullying yang dilakukan oleh pelaku maupun korban yang menerima bullying meninggalkan luka batin yang dalam bagi keduanya.

Korban yang tidak mampu mengatasi bullying dapat melakukan hal yang sama kepada orang lain sehingga berubah menjadi pelaku.

Pelaku dan korban bullying perlu mendapatkan pendampingan agar luka batinnya dapat disublimasi dan disembuhkan sehingga tidak lagi menjadi korban maupun pelaku bullying.

Dalam akhir paparannya, narasumber menekankan bahwa anggota THS-THM harus berani mengatasi bullying di sekolah. Apabila merasa sendirian, perlu mengajak teman lain yang juga bersedia membantu membela korban bullying.

Salah satu narasumber yang juga membahas tindakan mencegah bullying di sekolah adalah Mas Yohanes Bayu Samodro, yang juga merupakan anggota THS dari Tangerang. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama tahun 2022 – 2023.

Menurut narasumber, anggota THS-THM harus percaya diri mampu mengatasi bullying di sekolah. Membantu para korban bullying dengan pencak silat dapat memberikan rasa percaya diri bagi korban dan rasa aman karena latihan pencak silat umumnya berkelompok.

Tetapi hal yang paling penting bagi anggota THS-THM yang menjadi korban bullying tidak boleh melakukan hal yang sama kepada pelaku Apabila pelaku telah kalah, anggota THS-THM harus menolong pelaku yang kalah dan melindunginya dari serangan sehingga tidak terjadi tindakan serupa dari pihak lain.

Materi yang dibawakan oleh Mas Bayu merupakan pamungkas dari kegiatan pendadaran THS-THM Koordinatorat Distrik Bogor tahun 2025. Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama.

(I. Adi Nugroho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!