Pendadaran merupakan proses penerimaan calon anggota Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) yang dilaksanakan dalam bentuk latihan bersama di alam terbuka. Dalam latihan tersebut, setiap anggota belajar untuk mengenal karakternya masing-masing, hidup dalam kelompok, memimpin dan dipimpin, belajar untuk memperdalam motivasi hidupnya berdasarkan terang iman Gereja Katolik.
Secara ringkas, pendadaran merupakan proses kaderisasi awal bagi anak-anak, remaja dan dewasa muda dalam membangun komitmennya terhadap ajaran iman katolik yang diwariskan oleh Gereja Katolik mengenai hidup Kristus.
Kegiatan pendadaran sendiri merupakan program kerja reguler yang dilaksanakan setiap tahun oleh Koordinatorat Distrik Bogor. Hingga saat ini, kepengurusan Koordinatorat Distrik Bogor telah melaksanakan kegiatan pendadaran sebanyak tiga kali yaitu tahun 2022, 2023 dan 2024.
Pada tahun 2025, kegiatan pendadaran akan dilaksanakan secara lebih berbobot dimana anggota muda THS-THM lebih banyak diberi peran mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Cara ini diharapkan mampu memberikan motivasi bagi anak-anak untuk tumbuh dalam iman katolik yang kuat.
Selain pendadaran, diselenggarakan pula kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi mereka yang telah memiliki jenjang tingkat Pratama, Tamtama dan Muda dengan tenaga penguji dari luar Distrik Bogor agar kompetensi anggota dapat meningkat kualitasnya. Kompetensi digunakan sebagai bentuk evaluasi atas materi latihan yang telah dijalankan selama ini dan berguna membantu anggota agar memiliki sikap percaya diri, berani berpendapat, dan memecahkan masalah melalui kerjasama tim. Nilai ini merupakan bentuk soft skill yang dikembangkan melalui proses latihan fisik dan mental. Harapannya terjadi peningkatan kemampuan leadership anggota THS-THM sehingga berguna di dunia nyata.
Sedikit yang agak berbeda pada pendadaran Tahun 2025 yaitu panitia mengundang anggota Dewan Pendiri (DP) THS-THM sebagai narasumber untuk memberikan materi mengenai Silat Puteri. Materi ini bersifat khas untuk wanita di mana aspek biomotorik dan faal tubuh wanita dipertimbangkan dalam proses latihannya.
Silat Puteri merupakan konsep original dari Romo Martinus Hadiwijoyo, PR yang belum selesai dikembangkan sehingga perlu dilatihkan kembali agar memberikan variasi teknik dalam berlatih pencak silat. Materi ini dikenalkan oleh Mas Yohanes Lilik Subiyanto kepada anggota dan calon anggota THM di Keuskupan Bogor dan dicoba melalui evaluasi yang sedikit lebih ketat agar project ini berhasil dikembangkan.
Sebagai Gambaran, silat puteri sendiri dapat dikategorikan sebagai pencak silat yang sudah jarang dilatihkan sebagai dampak terjadinya perubahan cara pandang dari tradisional menuju modern. Agar pencak silat ini tidak punah maka upaya pelestariannya dilakukan oleh Koordinatorat Distrik Bogor.
(I. Adi Nugroho)
Leave a Reply